Skip to main content

9 Maret 2019

Dear diary,

Sudah 3 hari ini Kenzie demam. Suhu badannya naik terus. Antara 38-40°C. Aku sangat cemas, biasanya dua hari sudah reda. Namun panasnya sudah hampir empat malam di suhu 38°C.

Pagi tadi ia bangun lebih awal. Jam tiga dini hari karena rasa panas di tubuhnya. Sehingga ia tak dapat tidur nyenyak. Bahkan ia sampai muntah di kasur. Ia terlihat lemas sekali. Pukul 4.30wib  ia menanyakan jam. Ia ingin solat subuh. Masha Allah. Melted diri ini. Setelah solat suhu tubuhnya berangsur pulih. Alhamdulillah. Tapi ia tak tidur lagi.

Ia asik bermain saat tubuhnya merasa lebih baik. Padahal aku sudah melarangnya banyak beraktivitas untuk mencegah suhu badannya tetap normal. Namun ia tak menggubrisnya. Ia merasa sangat fit. Ia memang seperti itu. Bahkan sejak bayi, meski sakit ia tak pernah rewel. Anak sabar dan kuat.

Merasa badannya kembali drop, setelah sarapan dan di seka ia kembali tidur. Ia tahu kapan merasa perlu bantuan dokter atau tidak. Saat ia sudah tak tahan ia akan langsung minta ke dokter. Sejak kemarin sebenarnya sudah kami ajak ke dokter. Tapi ia menolaknya. Ia merasa sangat kuat. Ok akhirnya kami mengalah. Lagipula di rumah tak ada orang. Suamiku bekerja. Sementara aku harus mengurus kedua anak lainnya. Jadi mau tak mau harus kutunggu suamiku datang karena aku tak mungkin membawa tiga anak sekaligus seorang diri.

Bangun tidur ia langsung makan. Alhamdulillah suhu badannya sudah 37°C. Sore itu akhirnya setelah di bujuk ia mau pergi ke dokter. Namun sayang ternyata DSAnya sudah pulang. Akhirnya ia pulang membawa  1 pan pizza. Ia makan dengan lahap dan aku hanya makan satu potong saja. Oke baiklah yang penting aka sehat.

Hujan pun turun lagi. Saat kami akan memutuskan untuk pergi ke dokter. Sambil menunggu kakakku datang aku memeriksa kondisi Kenzie. Alhamdulillah mulai reda. Namun apa daya saat sepupunya yang lain datang ia sangat lincah. Tak terasa bahwa suhu tubuhnya kembali naik.

Akhirnya jam 7 malam ini kami putuskan untuk pergi ke dokter yang jaga malam. Datang ke klinik kaget. Banyak sekali pasien yang datang. Hingga Kenzie pun harus tertidur di ruang tunggu. Saat memasuki ruangan dokter itu, ia ingin segera pulang karena ia merasa perlu tidur. Benar saja suhu badannya naik lagi mencapai 39.4°C, sudah tak enak duduk.

Sambil menunggu obat datang aku menggendongnya. Ternyata kini aku merasa kelelahan menggendong anak usia lima tahun itu. Berat badannya sudah tak seperti dulu. Kini sudah mencapai 20.5kg. Rasanya tubuh kecilku ini begitu kuat. Dikuat-kuatin maksudnya. Hahaha. Panas sekali saat tubuhnya berada di pangkuan ini.

Aku sempat khawatir, namun dokter menenangkan dan tak perlu sampai cek darah. Jadi Kenzie hanya di beri obat penurun panas dan obat anti radang sambil di observasi hari Senin. Semoga besok sudah benar-benar pulih.

Akhirnya kami pulang jam 21.15 wib tadi. Kemudian Kenzie langsung makan dan meminum obat. Panasnya sudah mulai turun ke 37.5°C sekarang. Semoga segera turun dan normal kembali. Untunglah Si soleh Kenzou sehat-sehat dan always be happy.

Syafakallah sayangku, Kenzie. Cepat sehat kembali ya.

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

20 Februari 2019

Dear diary, ku ingin cerita kepadamu....awaass jadi nyanyi tahan boss. Hari ini seperti biasa kerjaan emak-emak rempong yang bangun jam 4.30 wib padahal semalem baru bisa tidur jam 1.30 wib, 'ulala sepet mata' tapi lanjut karena banyak PR menunggu. Dengan mata yang masih mengantuk, selesai solat subuh langsung mamak pergi ke dapur. Oke, cek stok makanan aman. 'yuk mari masak!'. Alhamdulillah anak-anak jam 5 pagi udah pada melek jadi gak usah susah-susah bangunin buat solat. "Kenzie....Naomi.....sarapan" si kecilku Kenzou masih bobo manja. 'Biarin dulu deh mayan bisa ngerjain yang lain sebelum ade bangun'. Selesai membuat sarapan lanjut membuat bekal sekolah. "Ok done pemirsa" Pak suami lantas mengantar anak-anak pergi ke sekolah. Si kecil bangun. Lanjut urusin baby Kenzou. Umurnya emang udah 2.5th tapi aku suka aja panggil dia 'baby' soalnya wajahnya masih kayak bayi. Jadi pengen ngunyel-ngunyel terus. Dia hiburan saat diri meras...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...