Dear diary,
Sudah 3 hari ini Kenzie demam. Suhu badannya naik terus. Antara 38-40°C. Aku sangat cemas, biasanya dua hari sudah reda. Namun panasnya sudah hampir empat malam di suhu 38°C.
Pagi tadi ia bangun lebih awal. Jam tiga dini hari karena rasa panas di tubuhnya. Sehingga ia tak dapat tidur nyenyak. Bahkan ia sampai muntah di kasur. Ia terlihat lemas sekali. Pukul 4.30wib ia menanyakan jam. Ia ingin solat subuh. Masha Allah. Melted diri ini. Setelah solat suhu tubuhnya berangsur pulih. Alhamdulillah. Tapi ia tak tidur lagi.
Ia asik bermain saat tubuhnya merasa lebih baik. Padahal aku sudah melarangnya banyak beraktivitas untuk mencegah suhu badannya tetap normal. Namun ia tak menggubrisnya. Ia merasa sangat fit. Ia memang seperti itu. Bahkan sejak bayi, meski sakit ia tak pernah rewel. Anak sabar dan kuat.
Merasa badannya kembali drop, setelah sarapan dan di seka ia kembali tidur. Ia tahu kapan merasa perlu bantuan dokter atau tidak. Saat ia sudah tak tahan ia akan langsung minta ke dokter. Sejak kemarin sebenarnya sudah kami ajak ke dokter. Tapi ia menolaknya. Ia merasa sangat kuat. Ok akhirnya kami mengalah. Lagipula di rumah tak ada orang. Suamiku bekerja. Sementara aku harus mengurus kedua anak lainnya. Jadi mau tak mau harus kutunggu suamiku datang karena aku tak mungkin membawa tiga anak sekaligus seorang diri.
Bangun tidur ia langsung makan. Alhamdulillah suhu badannya sudah 37°C. Sore itu akhirnya setelah di bujuk ia mau pergi ke dokter. Namun sayang ternyata DSAnya sudah pulang. Akhirnya ia pulang membawa 1 pan pizza. Ia makan dengan lahap dan aku hanya makan satu potong saja. Oke baiklah yang penting aka sehat.
Hujan pun turun lagi. Saat kami akan memutuskan untuk pergi ke dokter. Sambil menunggu kakakku datang aku memeriksa kondisi Kenzie. Alhamdulillah mulai reda. Namun apa daya saat sepupunya yang lain datang ia sangat lincah. Tak terasa bahwa suhu tubuhnya kembali naik.
Akhirnya jam 7 malam ini kami putuskan untuk pergi ke dokter yang jaga malam. Datang ke klinik kaget. Banyak sekali pasien yang datang. Hingga Kenzie pun harus tertidur di ruang tunggu. Saat memasuki ruangan dokter itu, ia ingin segera pulang karena ia merasa perlu tidur. Benar saja suhu badannya naik lagi mencapai 39.4°C, sudah tak enak duduk.
Sambil menunggu obat datang aku menggendongnya. Ternyata kini aku merasa kelelahan menggendong anak usia lima tahun itu. Berat badannya sudah tak seperti dulu. Kini sudah mencapai 20.5kg. Rasanya tubuh kecilku ini begitu kuat. Dikuat-kuatin maksudnya. Hahaha. Panas sekali saat tubuhnya berada di pangkuan ini.
Aku sempat khawatir, namun dokter menenangkan dan tak perlu sampai cek darah. Jadi Kenzie hanya di beri obat penurun panas dan obat anti radang sambil di observasi hari Senin. Semoga besok sudah benar-benar pulih.
Akhirnya kami pulang jam 21.15 wib tadi. Kemudian Kenzie langsung makan dan meminum obat. Panasnya sudah mulai turun ke 37.5°C sekarang. Semoga segera turun dan normal kembali. Untunglah Si soleh Kenzou sehat-sehat dan always be happy.
Syafakallah sayangku, Kenzie. Cepat sehat kembali ya.
Comments
Post a Comment