Skip to main content

19 Februari 2019

Dear Diary...

Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku.

Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku.

Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat.

"Mi, ayo udah masuk tuh les nya" iya, keponakanku mengikuti les calistung sepulang sekolah. Anak TK B mulai semester genap ini memang baru memulai kegiatan calistung seminggu dua kali sebagai persiapan masuk SD.

Sementara aku melihat anakku bermain dengan anak-anak TK lainnya, aku melihat ke arah kelas. Melihat bagaimana keponakanku di kelas.

"Mi, bisa?" Sesekali aku bertanya.
"Bisa, onty" jawabnya.

Selesai les, kami pulang. Teman-teman Kenzie (anak sulungku) ikut serta. Anak-anak sangat bersenang-senang. Sesekali Naomi memandangi kami para emak-emak mengobrol dan anak-anak lainnya bermain.

Ya. Naomi. Naomi nama gadis itu.  Keponakan yang aku sayangi sepeti anak sendiri. Sama seperti keponakan-keponakan lainnya. Namun nasibnya saat ini tak seberuntung keponakan lainnya. Sehingga aku memberikan perhatian lebih saat ini kepadanya.

Hari ini aku melihat sendu di wajahnya. Aku tak ingin ia bersedih sedikit pun. Maka aku alihkan perhatiannya dengan menanyakan pelajaran hari ini dan juga PR yang di berikan gurunya. Alhamdulillah, ketika aku mengecek buku PRnya ia bisa mengerjakannya dan tulisannya pun untuk anak umur enam tahun sudah cukup rapih.

Sepulang teman-teman sekolahnya, Naomi dan kedua anakku tidur siang. Tepat pukul empat sore kami pergi ke TPA untuk mengaji. Naomi belum mau ikut serta, tapi ia hanya melihat & menemani sepupunya saja. Baik. Tidak masalah.

Pulang dari tempat mengaji, kami makan bersama. Setelah makan aku kembali mengecek pekerjaan rumahnya yang belum selesai tadi siang.

"Ok sip! Udah rapih"

Sekarang anak-anak kembali bermain. Sekarang aku melihat Naomi bergembira lagi. Tak ada lagi sendu.

"Semangat terus ya kakak Naomi" gumamku dalam hati.

Comments

Popular posts from this blog

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...

22 Februari 2019

Dear Diary, Hari ini hatiku merasa agak cemas karena kedua anakku sakit. Sejak tadi malam badan mereka panas. Rasanya ingin aku saja yang gantikan. Cuaca seminggu terakhir ini memang agak ekstrim. Hujan disertai angin dan petir. Setiap terdengar petir anak-anakku ketakutan. "Allah marah ya mommy?" Pertanyaan itu selalu ada setiap turun hujan dan petir. Tapi alhamdulilah sekarang kondisi mereka berangsur pulih. O iya...siang tadi teman-teman Kenzie datang ke rumah untuk latihan menari. Tapi sayang tak semua yang hadir karena ada keperluan masing-masing. Ketika teman-temannya datang, Kenzie sangat senang dan lupa bahwa ia sedang sakit. Begitu pun Kenzou. Meski hanya anak perempuan yang ikut menari, tapi sesekali anak-anak laki-laki mengikuti gerakannya. Pikirku tak apalah. Itu alami, karena ada musik yang enak untuk di ajak gerak. Kenzouku tampak rewel. Ternyata sore tadi ia panas lagi. Aku menggendongnya sambil melatih anak-anak menari. Untunglah anak-anak cepat tanggap. ...