Dear diary,
Katanya tanggal 8 Maret 2019 ini bertepatan dengan hari perempuan internasional. Iya ya?? Aku baru tau lho, hihihi kudet bangetlah. Saking rempongnya ngurusin anak-anak. Capek yang dinikmati.
Hari ini agak sedih karena Kenzie masih demam. Sejak semalam badannya panas. Hingga tadi hampir 40°C. Mukanya memerah saking suhu badannya yang panas. Jadi seharian ini kami hanya di rumah. Syukurlah, aka Kenzie masih mau makan. Jadi tak terlalu khawatir.
Hari ini pun anak-anak libur sekolah. Kebetulan bangunan sekolah yang di perluas baru selesai, tapi masih berdebu jadi sekolah di liburkan. Untunglah jadi Kenzie bisa beristirahat di rumah.
Biasanya kalau sakit Kenzie masih bisa berlarian kesana-kemari. Tapi hari ini badannya cukup lemas. Mungkin karena daya tahan tubuhnya sedang tidak baik juga. Padahal kemarin sore masih baik-baik saja. Bahkan kemarin kami bermain sampai menjelang magrib.
Nah, sejak jam 10 malam kemarin barulah badannya panas. Sampai magrib tadi pun suhu tubuhnya bertahan di 38°C-39°C. Cukup lama turunnya. Sepanjang hari ini Kenzie minta di peluk. Sampai aku berkeringat karena suhu badannya yang belum turun. Ia hanya bangun untuk makan dan minum obat lanjut tidur lagi.
Saat anak sakit rasanya setiap ibu ingin menggantikan posisi mereka saja. Sedih banget. Untunglah ade Kenzou hari ini tak rewel. Naomi pun mau kooperatif. Mungkin ia kasihan juga melihat sepupunya hanya bisa terbaring lemas.
Pulang dari kantor, dydy membawakan spaghetti dan cream soup kesukaan Kenzie. Kemudian anak-anak makan dan melahap semuanya. Biasanya dalam kondisi fisik Kenzie yang normal, dia selalu minta tambah. Tapi tadi tidak. 1 cup cream soup dan 1 cup spaghetti sudah cukup baginya.
Tak lama perutnya merasa mual. Setelah duduk beristirahat alhamdulilah normal lagi. Sekarang anak-anak sudah tidur. Kenzie tidur dengan dydynya sedangkan Kenzou bersamaku dan Naomi. Hari ini aku memeluk Naomi karena gadis kecil itu menangis, merindukan orang tuanya. Tapi ia tak berkata demikian. Ia mencoba menyembunyikan rasa kangennya. Saat ia mulai tertidur aku hapus air matanya.
Aku menguatkannya. Mengatakan bahwa aku ada bersamanya. Ia dapat mengatakan segalanya padaku, jadi tak perlu khawatir.
Disaat anak sakit, anak lainnya pun merasakan sakit yang lain. Rindu. Rasanya ingin sekali menjadi amuba. Membelah diri agar aku dapat menjadi satu yang utuh bagi mereka. Memeluk anak-anak satu persatu.
Syafakallah aka Kenzie.
Sehat selalu ade Kenzou.
Tabahlah kakak Naomi.
Aku akan selalu ada untuk kalian dan memeluk kalian dalam doa. Aamiin. Selamat beristirahat para kesayangan.
Comments
Post a Comment