Dear diary,
Hari ini anak-anak libur sekolah karena guru-gurunya sedang ada acara gabungan bersama anak-anak SD. Esok pun libur karena sudah di pastikan tanggal merah.
Hari ini tadinya kami akan pergi untuk jalan-jalan, tapi batal karena satu hal dan lainnya. Untunglah anak-anak gak BT karena teman kelas Kenzie datang ke rumah. Akhirnya kita menghabiskan waktu bermain di rumah. Alhamdulillah anak-anak nampak senang.
Waktu pun tak berasa berlalu. Hingga waktu mengaji pun tiba. Hujan deras mengguyur kota Bandung sore tadi. Namun Kenzie tetap ingin mengaji di tengah rintik hujan yang cukup deras. Padahal temannnya masih ada di rumah. Tapi Kenzie semangat sekali, karena kemarin ia ketiduran jadi tidak mengaji.
Temannya pun tau jam 15.30 wib memang waktunya mengaji. Sehingga kami keluar rumah bersama. Haikal, pulang dan kami pergi mengaji. Berbekal dua payung, aku bersama anak bungsuku Kenzou sedangkan Kenzie satu payung dengan Naomi. Mereka begitu bersemangat, sampai cipratan air pun menjadi candaan di tengah hujan.
Begitu sampai mesjid ternyata tidak banyak anak yang masuk tadi sore. Mungkin memang karena hujannya cukup rapat. Kenzou pun tidur di pangkuan, karena mereka tadi siang sama sekali tak tidur. Tak lama sore tadi kami mengaji. Hanya sekitar 30 menit karena ternyata jadwal mengaji di percepat.
Kami mulai berjalan pulang, sambil tetap berpayung bersama. Kenzou pun masih tidur di pangkuan. Begitu sudah dekat rumah baru sadar kalau mainan Kenzou tertinggal di mesjid. Semoga besok ada sebelum anak bayi itu bertanya kemana mainannya.Ya semoga. Benar saja saat sampai rumah dan bangun, bayi itu langsung menanyakan keberadaan mainan kesayangannya.
Selepas magrib anak-anak bermain bersama. Perut pun rasanya sudah mulai keroncongan dan orderan nasi goreng dari anak-anak harus segera di hidangkan. Nasi goreng putih tetap menjadi favorit Kenzie. Sementara Naomi dan Kenzou lebih suka nasi goreng kecap. Akhirnya mamak bikin dua versi.
Mereka melahap makanan dengan berbinar-binar. Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan nasi gorengnya. Bahkan mereka minta tambah, Masha Allah semua makannya luar biasa. Di temani film Legend Hero mereka melahap piring keduanya. Alhamdulillah habis. Sedikit review, ternyata film Legend Hero lumayan rame menurut mamak. Hihihi...
Saat makan mataku tertuju pada Naomi. Gadis kecil itu bahkan tak pernah membayangkan harus berpisah dengan orang tuanya dan harus tinggal bersamaku. Namun keadaan menuntutnya demikian. Kini ia tak lagi menjadi pengeluh, seperti saat sebelumnya. Bahkan mungkin saja ia ingin mengeluh, tapi tak bisa.
Makannya sangat lahap. Tak nampak beban di benaknya. Aku merasa sangat bahagia melihat gadis kecil itu mulai menikmati kehidupannya sebagai anak kecil pada umumnya. Tanpa beban. Selalu bersenang-senang. Semoga selalu seperti itu. Tumbuh sesuai masa tumbuh kembangnya. Alhamdulillah, kemandiriaannya pun kini sudah terlihat. Tak manja lagi. Tak gampang menangis lagi dan sudah jarang sekali mengeluh.
Adanya Naomi, membuatku semakin bersyukur. Bahwa ternyata anak-anakku jauh lebih beruntung dibandingkan dia. Alhamdulillah anak-anak juga senang karena ada teman di rumah. Semoga kami semua selalu di beri kesehatan. Aamiin.
Wow sudah jam delapan lebih. Mereka harus segera tidur agar besok bisa bangun pagi-pagi karena dydy berencana mengajak kami bermain.
Night.
Comments
Post a Comment