Skip to main content

5 Maret 2019

Dear diary,

Hari ini anak-anak pergi kunjungan ke Lanud Hussein Sastranegara. Pagi-pagi kami sudah bersiap ke sekolah. Tapi Kenzie agak bad mood karena batal pergi bareng dengan temannya. Alhamdulillah itu tak berlangsung lama.

Jam 7.30 wib anak-anak mulai berangkat bersama gurunya. Sementara kami orang tuanya hanya di perkenankan mengantar hingga sekolah dan menjemput kembali siang hari. Akhirnya kami isi dengan silahturahmi bersama orang tua lainnya sambil menunggu anak-anak pulang.

Foto-foto mulai di kirim di grup WA sekolah. Wah baru lihat fotonya saja sudah nampak seru. Terlebih setelah melihat video mereka bermain air. Anak-anak nampak senang sekali. Seru. Makin tak sabar menunggu mereka pulang.

Akhirnya setelah di tunggu 2 jam di sekolah pukul 1 siang mereka tiba juga. Memang agak molor jam pulangnya, karena kondisi saat itu yang hujan. Alhamdulillah mereka bisa sampai lagi ke sekolah dengan wajah sumringah. Tak nampak wajah capek, yang ada hanya wajah ceria.

Keponakanku Naomi tampak sangat bahagia. Dia bilang seru sekali acaranya. Mereka bermain bersama, masuk ke dalam pesawat sampai bermain air. Sepanjang jalan pulang ia terus bercerita tentang keseruan selama outing tadi. Tak terlihat sedikit pun wajah sedihnya. Hanya bahagia yang tampak.

Sampai akhirnya jam tidur siang pun Naomi masih sangat bersemangat sekali untuk bercerita. Antusias. Bahkan ingin pergi kesana lagi. Tak heran ia sangat bahagia, karena setahun terakhir ini ia nampak tak seperti anak-anak. Ia bahkan tak menikmati menjadi seorang anak. Di usianya yang baru enam ia sudah mengalami fase hidup yang menurutku orang dewasa, 'sulit'.

Ketika ia bahagia, aku jauh lebih bahagia melihatnya. Paling tidak ia bisa kembali menjadi seorang anak, yang hanya tau untuk bermain dan bergembira. Hanya tau belajar dan bersuka cita. Air mata yang ku hapus kemarin, seolah tak pernah ada di matanya. Ia benar-benar menikmati hari ini. Alhamdulillah.

Kadang kita lupa bahwa bahagia itu kita yang buat. Sesedih apapun hal yang kita alami, ketika kita membuatnya menjadi mudah semua akan menjadi lebih ringan. Melihatnya bisa sesenang itu membuatku merasa bersyukur. Semoga kebahagian selalu menyertai anak-anakku dan para anak lainnya. Tak terkecuali Naomi.

Aku berdoa pada Allah, semoga ia bisa tumbuh menjadi orang yang penuh dengan rasa syukur. Agar hanya damai yang menyertainya.

Kini bagiku, ia bukan hanya sekedar keponakan. Tapi sudah seperti anak perempuanku sendiri. Ya, aku memang belum memiliki anak  perempuan namun kini aku telah memilikinya . Semoga kami dapat mendidik anak-anak menjadi anak yang soleh dan soleha. Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

20 Februari 2019

Dear diary, ku ingin cerita kepadamu....awaass jadi nyanyi tahan boss. Hari ini seperti biasa kerjaan emak-emak rempong yang bangun jam 4.30 wib padahal semalem baru bisa tidur jam 1.30 wib, 'ulala sepet mata' tapi lanjut karena banyak PR menunggu. Dengan mata yang masih mengantuk, selesai solat subuh langsung mamak pergi ke dapur. Oke, cek stok makanan aman. 'yuk mari masak!'. Alhamdulillah anak-anak jam 5 pagi udah pada melek jadi gak usah susah-susah bangunin buat solat. "Kenzie....Naomi.....sarapan" si kecilku Kenzou masih bobo manja. 'Biarin dulu deh mayan bisa ngerjain yang lain sebelum ade bangun'. Selesai membuat sarapan lanjut membuat bekal sekolah. "Ok done pemirsa" Pak suami lantas mengantar anak-anak pergi ke sekolah. Si kecil bangun. Lanjut urusin baby Kenzou. Umurnya emang udah 2.5th tapi aku suka aja panggil dia 'baby' soalnya wajahnya masih kayak bayi. Jadi pengen ngunyel-ngunyel terus. Dia hiburan saat diri meras...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...