Dear diary,
Hari ini anak-anak pergi kunjungan ke Lanud Hussein Sastranegara. Pagi-pagi kami sudah bersiap ke sekolah. Tapi Kenzie agak bad mood karena batal pergi bareng dengan temannya. Alhamdulillah itu tak berlangsung lama.
Jam 7.30 wib anak-anak mulai berangkat bersama gurunya. Sementara kami orang tuanya hanya di perkenankan mengantar hingga sekolah dan menjemput kembali siang hari. Akhirnya kami isi dengan silahturahmi bersama orang tua lainnya sambil menunggu anak-anak pulang.
Foto-foto mulai di kirim di grup WA sekolah. Wah baru lihat fotonya saja sudah nampak seru. Terlebih setelah melihat video mereka bermain air. Anak-anak nampak senang sekali. Seru. Makin tak sabar menunggu mereka pulang.
Akhirnya setelah di tunggu 2 jam di sekolah pukul 1 siang mereka tiba juga. Memang agak molor jam pulangnya, karena kondisi saat itu yang hujan. Alhamdulillah mereka bisa sampai lagi ke sekolah dengan wajah sumringah. Tak nampak wajah capek, yang ada hanya wajah ceria.
Keponakanku Naomi tampak sangat bahagia. Dia bilang seru sekali acaranya. Mereka bermain bersama, masuk ke dalam pesawat sampai bermain air. Sepanjang jalan pulang ia terus bercerita tentang keseruan selama outing tadi. Tak terlihat sedikit pun wajah sedihnya. Hanya bahagia yang tampak.
Sampai akhirnya jam tidur siang pun Naomi masih sangat bersemangat sekali untuk bercerita. Antusias. Bahkan ingin pergi kesana lagi. Tak heran ia sangat bahagia, karena setahun terakhir ini ia nampak tak seperti anak-anak. Ia bahkan tak menikmati menjadi seorang anak. Di usianya yang baru enam ia sudah mengalami fase hidup yang menurutku orang dewasa, 'sulit'.
Ketika ia bahagia, aku jauh lebih bahagia melihatnya. Paling tidak ia bisa kembali menjadi seorang anak, yang hanya tau untuk bermain dan bergembira. Hanya tau belajar dan bersuka cita. Air mata yang ku hapus kemarin, seolah tak pernah ada di matanya. Ia benar-benar menikmati hari ini. Alhamdulillah.
Kadang kita lupa bahwa bahagia itu kita yang buat. Sesedih apapun hal yang kita alami, ketika kita membuatnya menjadi mudah semua akan menjadi lebih ringan. Melihatnya bisa sesenang itu membuatku merasa bersyukur. Semoga kebahagian selalu menyertai anak-anakku dan para anak lainnya. Tak terkecuali Naomi.
Aku berdoa pada Allah, semoga ia bisa tumbuh menjadi orang yang penuh dengan rasa syukur. Agar hanya damai yang menyertainya.
Kini bagiku, ia bukan hanya sekedar keponakan. Tapi sudah seperti anak perempuanku sendiri. Ya, aku memang belum memiliki anak perempuan namun kini aku telah memilikinya . Semoga kami dapat mendidik anak-anak menjadi anak yang soleh dan soleha. Aamiin.
Comments
Post a Comment