Dear diary,
Hari ini kepalaku masih sakit, sisa kemarin. Pagi tadi aku menahan rasa sakit sambil tetap menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak-anak. Seperti biasa aku bangunkan mereka setelah selesai.
O iya besok anak-anak akan pergi ke Lanud Hussein Sastranegara. Ada kunjungan dari sekolah. Anak-anak sudah harus berkumpul jam 7 pagi di sekolah. Itu artinya harus bangun lebih pagi. Tapi sampai jam 9 malam ini Kenzie dan Kenzou masih belum tidur. Untunglah Naomi sudah tidur.
Besok pagi anak-anak harus memakai polo shirt sekolah, namun karena siswi baru jadi Naomi belum memilikinya. Magrib tadi aku sibuk mencari baju milik Kenzie yang serasi dengan polo shirt dari sekolahnya. Kemudian aku mencari topi abunya. Aku pikir, tak apalah bajunya agak beda sedikit yang penting tetap model polo shirt abu. Lagi pula Kenzie sudah mengijinkan topinya di pinjamkan untuk Naomi.
Tapi hari ini juga aku kembali tersentuh dengan si sulung. Dia begitu sensitif. Aku lihat rasa empatinya cukup tinggi. Masha Allah, aku sebagai seorang ibu dibuatnya melted setiap kali ia berempati pada orang lain. Ia akan menolong siapapun yang ia rasa harus tolong. Dia tau mana yang benar-benar membutuhkan mana yang cuma modus.
"Mi..kamu pake baju sama topi aku aja we. Aku pake yang lain aja. Aku mah gampang nanti pesen lagi ke sekolah bajunya. Sok aja mi. Nanti kamu juga dapet geura bajunya yang kayak aku"
Obrolannya nampak ringan tapi dalem. Ada rasa haru sekaligus bodor, karena aku merasa dia kobe banget. Dia bicara tanpa beban, tanpa mikir. Ia sangat menyayangi sepupunya itu. Ku ceritakan hal ini pada dydy. Kemudian dydy malah bercerita bahwa kemarin saat Kenzie meminta umang-umang di Gasibu, ia minta di belikan 3. Untuknya, Kenzou dan juga Naomi. Dydynya pun di buatnya melted.
Baju itu memang tidak bisa dibeli mendadak karena itu baju bekas rekreasi TK bulan lalu dan saat pesan Naomi belum bersekolah di sana. Masalah baju dan topi sudah selesai. Aku sudah mendapatkan warna baju yang sama untuk Naomi. Kebetulan ukurannya pas yang sesuai dengan badannya. Alhamdulillah.
Ternyata sudah hampir jam 10, tapi Kenzie masih belum tidur. Dudududu....semoga besok gak terlambat. Apalagi Kenzie ada janji mau menjemput salah satu temannya besok pagi. Ok baiklah, sepertinya harus segera di ajak tidur supaya besok gak terlambat.
Gute Nacht.
Comments
Post a Comment