Skip to main content

4 Maret 2019

Dear diary,

Hari ini kepalaku masih sakit, sisa kemarin. Pagi tadi aku menahan rasa sakit sambil tetap menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak-anak. Seperti biasa aku bangunkan mereka setelah selesai.

O iya besok anak-anak akan pergi ke Lanud Hussein Sastranegara. Ada kunjungan dari sekolah. Anak-anak sudah harus berkumpul jam 7 pagi di sekolah. Itu artinya harus bangun lebih pagi. Tapi sampai jam 9 malam ini Kenzie dan Kenzou masih belum tidur. Untunglah Naomi sudah tidur.

Besok pagi anak-anak harus memakai polo shirt sekolah, namun karena siswi baru jadi Naomi belum memilikinya. Magrib tadi aku sibuk mencari baju milik Kenzie yang serasi dengan polo shirt dari sekolahnya. Kemudian aku mencari topi abunya. Aku pikir, tak apalah bajunya agak beda sedikit yang penting tetap model polo shirt abu. Lagi pula Kenzie sudah mengijinkan topinya di pinjamkan untuk Naomi.

Tapi hari ini juga aku kembali tersentuh dengan si sulung. Dia begitu sensitif. Aku lihat rasa empatinya cukup tinggi. Masha Allah, aku sebagai seorang ibu dibuatnya melted setiap kali ia berempati pada orang lain. Ia akan menolong siapapun yang ia rasa harus tolong. Dia tau mana yang benar-benar membutuhkan mana yang cuma modus.

"Mi..kamu pake baju sama topi aku aja we. Aku pake yang lain aja. Aku mah gampang nanti pesen lagi ke sekolah bajunya. Sok aja mi. Nanti kamu juga dapet geura bajunya yang kayak aku"

Obrolannya nampak ringan tapi dalem. Ada rasa haru sekaligus bodor, karena aku merasa dia kobe banget. Dia bicara tanpa beban, tanpa mikir. Ia sangat menyayangi sepupunya itu. Ku ceritakan hal ini pada dydy. Kemudian dydy malah bercerita bahwa kemarin saat Kenzie meminta umang-umang di Gasibu, ia minta di belikan 3. Untuknya, Kenzou dan juga Naomi. Dydynya pun di buatnya melted.

Baju itu memang tidak bisa dibeli mendadak karena itu baju bekas rekreasi TK bulan lalu dan saat pesan Naomi belum bersekolah di sana. Masalah baju dan topi sudah selesai. Aku sudah mendapatkan warna baju yang sama untuk Naomi. Kebetulan ukurannya pas yang sesuai dengan badannya. Alhamdulillah.

Ternyata sudah hampir jam 10, tapi Kenzie masih belum tidur. Dudududu....semoga besok gak terlambat. Apalagi Kenzie ada janji mau menjemput salah satu temannya besok pagi. Ok baiklah, sepertinya harus segera di ajak tidur supaya besok gak terlambat.

Gute Nacht.

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

20 Februari 2019

Dear diary, ku ingin cerita kepadamu....awaass jadi nyanyi tahan boss. Hari ini seperti biasa kerjaan emak-emak rempong yang bangun jam 4.30 wib padahal semalem baru bisa tidur jam 1.30 wib, 'ulala sepet mata' tapi lanjut karena banyak PR menunggu. Dengan mata yang masih mengantuk, selesai solat subuh langsung mamak pergi ke dapur. Oke, cek stok makanan aman. 'yuk mari masak!'. Alhamdulillah anak-anak jam 5 pagi udah pada melek jadi gak usah susah-susah bangunin buat solat. "Kenzie....Naomi.....sarapan" si kecilku Kenzou masih bobo manja. 'Biarin dulu deh mayan bisa ngerjain yang lain sebelum ade bangun'. Selesai membuat sarapan lanjut membuat bekal sekolah. "Ok done pemirsa" Pak suami lantas mengantar anak-anak pergi ke sekolah. Si kecil bangun. Lanjut urusin baby Kenzou. Umurnya emang udah 2.5th tapi aku suka aja panggil dia 'baby' soalnya wajahnya masih kayak bayi. Jadi pengen ngunyel-ngunyel terus. Dia hiburan saat diri meras...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...