Dear diary,
Hari ini Naomi masih sakit. Tapi alhamdulilah suhu badannya perlahan turun. Sore tadi hujan turun begitu deras. "Allahumma shoyyiban nafi’an” (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat). Jadi kami putuskan untuk libur mengaji hari ini. Lagi pula Naomi masih sakit.
Sambil menunggu suamiku pulang, aku beranjak pergi ke dapur untuk memasak bubur. Aku pikir Naomi terkena radang jadi butuh makanan yang halus seperti bubur ayam. Akhir-akhir ini ia memang susah sekali di suruh minum. Selepas magrib akhirnya aku putuskan untuk membawa Naomi pergi ke dokter. Benar saja panasnya karena radang. Semoga kali ini keponakanku itu mau mendengarku agar tidak malas minum air putih lagi. Insha Allah segera sembuh ya Nom.
Tak terasa hari ini adalah hari ke 30 aku menulis diary. Aku tak menyangka sebelumnya, bahwa aku dapat konsisten hingga titik terakhir. Kalau di pikir-pikir, banyak sekali hal yang ingin ku tulis. Namun aku memilih hal yang mengena di hatiku saja. Hal-hal yang ingin ku bagi bersama. Hal-hal yang dapat mengingatkanku tentang bersyukur setiap harinya.
Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan sejak aku mengikuti kelas menulis. Jujur awalnya aku ikut kelas ini hanya ingin mengusir kejenuhanku untuk semua hal. Kejenuhan mengurus rumah tangga yang monoton. Hampir setiap hari kegiatannya sama. Dari bangun tidur hingga tidur lagi. Mengantar anak sekolah dan lain-lain.
Diary, sebelum pada akhirnya sebulan ini aku mencoba konsisten menulis, aku mendapatkan hal-hal yang patut aku syukuri setiap harinya. Setelah ku baca-baca lagi diary hari-hari sebelumnya, ternyata banyak kisah yang lumayan sulit untuk di tuliskan. Banyak kisah yang memberikan aku pelajaran berharga, bagaimana rasa sayangnya Allah kepada umatnya. Bagaimana Allah selalu memberikan kesempatan untuk kita berubah dan lebih baik setiap harinya.
Hal lain yang membuat aku semakin semangat bahwa ternyata kelas ini ada rewardnya juga. Wah, lumayan banget sih kalau buat aku. Jadi kayak punya mimpi, kalau dapat bisa buat tambah-tambah bayar sekolah anakku Kenzie dan keponakanku, Naomi. Hihihi...lumayan kan. Kalau pun gak dapat, toh aku sudah dapat investasi untuk melangkah ke dunia kepenulisan berikutnya, yaitu ilmu dari pemateri dan teman-teman lainnya. Alhamdulillah, terima kasih. Bersyukur sekali bisa masuk kelas ini.
Tak terasa sudah hari terakhir, tugas kami menulis. Rasanya sedih juga. Tapi aku berjanji untuk diriku sendiri, bahwa aku akan berusaha menulis setiap harinya. Menulis hal-hal yang baik. Menulis hal-hal yang dapat menginspirasi orang lain. Menulis hal-hal yang dapat membuatku selalu bersyukur dalam memaknai kehidupan ini.
Menulis buatku sekarang sudah seperti candu. Aku merasa berhasil menjadikan menulis sebagai media untukku dalam mengelola emosi. Alhamdulillah. Semoga tulisanku tak berhenti sampai disini ya. Semoga tulisan-tulisanku kedepan bisa menjadi amal jariyah. Aamiin.
Comments
Post a Comment