Skip to main content

19 Maret 2019

Dear diary,

Hari ini Naomi masih sakit. Tapi alhamdulilah suhu badannya perlahan turun. Sore tadi hujan turun begitu deras. "Allahumma shoyyiban nafi’an” (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat). Jadi kami putuskan untuk libur mengaji hari ini. Lagi pula Naomi masih sakit.

Sambil menunggu suamiku pulang, aku beranjak pergi ke dapur untuk memasak bubur. Aku pikir Naomi terkena radang jadi butuh makanan yang halus seperti bubur ayam. Akhir-akhir ini ia memang susah sekali di suruh minum. Selepas magrib akhirnya aku putuskan untuk membawa Naomi pergi ke dokter. Benar saja panasnya karena radang. Semoga kali ini keponakanku itu mau mendengarku agar tidak malas minum air putih lagi. Insha Allah segera sembuh ya Nom.

Tak terasa hari ini adalah hari ke 30 aku menulis diary. Aku tak menyangka sebelumnya, bahwa aku dapat konsisten hingga titik terakhir. Kalau di pikir-pikir, banyak sekali hal yang ingin ku tulis. Namun aku memilih hal yang mengena di hatiku saja. Hal-hal yang ingin ku bagi bersama. Hal-hal yang dapat mengingatkanku tentang bersyukur setiap harinya.

Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan sejak aku mengikuti kelas menulis. Jujur awalnya aku ikut kelas ini hanya ingin mengusir kejenuhanku untuk semua hal. Kejenuhan mengurus rumah tangga yang monoton. Hampir setiap hari kegiatannya sama. Dari bangun tidur hingga tidur lagi. Mengantar anak sekolah dan lain-lain.

Diary, sebelum pada akhirnya sebulan ini aku mencoba konsisten menulis, aku mendapatkan hal-hal yang patut aku syukuri setiap harinya. Setelah ku baca-baca lagi diary hari-hari sebelumnya, ternyata banyak kisah yang lumayan sulit untuk di tuliskan. Banyak kisah yang memberikan aku pelajaran berharga, bagaimana rasa sayangnya Allah kepada umatnya. Bagaimana Allah selalu memberikan kesempatan untuk kita berubah dan lebih baik setiap harinya.

Hal lain yang membuat aku semakin semangat bahwa ternyata kelas ini ada rewardnya juga. Wah, lumayan banget sih kalau buat aku. Jadi kayak punya mimpi, kalau dapat bisa buat tambah-tambah bayar sekolah anakku Kenzie dan keponakanku, Naomi. Hihihi...lumayan kan. Kalau pun gak dapat, toh aku sudah dapat investasi untuk melangkah ke dunia kepenulisan berikutnya, yaitu ilmu dari pemateri dan teman-teman lainnya. Alhamdulillah, terima kasih. Bersyukur sekali bisa masuk kelas ini.

Tak terasa sudah hari terakhir, tugas kami menulis. Rasanya sedih juga. Tapi aku berjanji untuk diriku sendiri, bahwa aku akan berusaha menulis setiap harinya. Menulis hal-hal yang baik. Menulis hal-hal yang dapat menginspirasi orang lain. Menulis hal-hal yang dapat membuatku selalu bersyukur dalam memaknai kehidupan ini.

Menulis buatku sekarang sudah seperti candu. Aku merasa berhasil menjadikan menulis sebagai media untukku dalam mengelola emosi. Alhamdulillah. Semoga tulisanku tak berhenti sampai disini ya. Semoga tulisan-tulisanku kedepan bisa menjadi amal jariyah. Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

20 Februari 2019

Dear diary, ku ingin cerita kepadamu....awaass jadi nyanyi tahan boss. Hari ini seperti biasa kerjaan emak-emak rempong yang bangun jam 4.30 wib padahal semalem baru bisa tidur jam 1.30 wib, 'ulala sepet mata' tapi lanjut karena banyak PR menunggu. Dengan mata yang masih mengantuk, selesai solat subuh langsung mamak pergi ke dapur. Oke, cek stok makanan aman. 'yuk mari masak!'. Alhamdulillah anak-anak jam 5 pagi udah pada melek jadi gak usah susah-susah bangunin buat solat. "Kenzie....Naomi.....sarapan" si kecilku Kenzou masih bobo manja. 'Biarin dulu deh mayan bisa ngerjain yang lain sebelum ade bangun'. Selesai membuat sarapan lanjut membuat bekal sekolah. "Ok done pemirsa" Pak suami lantas mengantar anak-anak pergi ke sekolah. Si kecil bangun. Lanjut urusin baby Kenzou. Umurnya emang udah 2.5th tapi aku suka aja panggil dia 'baby' soalnya wajahnya masih kayak bayi. Jadi pengen ngunyel-ngunyel terus. Dia hiburan saat diri meras...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...