Skip to main content

15 Maret 2019

Dear diary,

Hari ini adalah hari malasnya Meywa sekaligus hari terempong judulnya. Titik.

Tadi siang sebenarnya aku merasa malas sekali pergi ke sekolah. Bagaimana tidak, badanku semuanya masih terasa sakit. Rasanya benar-benar membutuhkan tukang pijit. Tapi apalah daya belum jemput anak-anak dan Jumat ini jadwal latihan nari juga di sekolah. Jadi mamak harus ke sekolah jadi instruktur dance. Anggap aja olga (olahraga) yes.

Pulang sekolah Kenzou malah ngajak main ke rumah aa Dimas. Ampun deh, tapi akhirnya aku turuti juga. Itung-itung melepas penat pikirku. Kami pun makan bersama di sana, jazakallah bunda. Perut kenyang, anak-anak senang. Giliran mau pulang, hujan pun mengguyur siang itu. Rencana mau pamit undur diri pun batal. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 wib waktunya untuk mengaji. Tapi anak-anak masih betah. Aku pun mengalah kemudian, karena anak-anak ingin mandi di rumah Dimas.

Jarak 0.3kg harus aku lalui untuk pergi ke rumah dengan berjalan kaki. Membawa baju dan peralatan untuk mengaji anak-anak. Sampai ke rumah temannya itu, eh ada saja yang tertinggal. Iqra. Kenzie tak mau iqra dan buku baca lain, akhirnya mamak mengalah lagi pergi ke rumah untuk membawanya. Deuhh udah kayak setrikaan aja kita bolak-balik.

Pulang ke rumah lihat dapur yang penuh dengan alat makan kotor. Wow, menambah rasa lelah ini menjadi. Aku hanya tersenyum, tanda besok pagi saja aku cucinya. Sungguh rasa malas itu sedang hinggap. Untungnya punya suami yang paham kapan istrinya lelah. Jadi dia cuek aja, meskipun dapur bak kapal pecah. Gak karuan. Ya sudahlah, berhenti sejenak.

Jam 21.00 wib tadi aku hampir tertidur. Namun terlihat DM dari salah satu teman. Ia curhat. Intinya ia sedang sangat sedih dengan ujian yang di timpanya. Anak keduanya terserang lagi bellsphasi. Jika aku jadi dia, belum tentu juga aku dapat melewati ujiannya.

Ya, kita tak pernah tahu kapan Allah akan menguji, dengan cara seperti apa pun kita tak bisa menebak. Kadang sebagai manusia kita 'merasa' bahwa masalah kita adalah yang paling rumit. Padahal belum tentu. Kadang mungkin kita di uji lebih untuk menambah kadar keimanan kita. Kesabaran kita. Segalanya. Hari ini aku belajar lagi bersyukur dari ujian temanku itu. Bahwa saat Allah menitipkan ujian kepada kita, itu sudah satu paket. Anggaplah ujian kita ini sebagai ladang pahala bagi kita yang sabar. Insha Allah.

Sudah jam 21.15 wib tapi Kenzou belum tidur karena mungkin lapar. Maklum di saat orang lain makan, ia malah tertidur. Saatnya orang tidur ia terbangun dan minta makan. Berhubung sudah tidak ada nasi, akhirnya mie promi*na  menjadi pilihan terakhir. Saat mamak udah mulai ngantuk, Kenzou malah minta di foto dan ambil video saat makan mie. Dudududu ya anak itu. Ok baik.

Sekarang mari tidur. Night.

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...

22 Februari 2019

Dear Diary, Hari ini hatiku merasa agak cemas karena kedua anakku sakit. Sejak tadi malam badan mereka panas. Rasanya ingin aku saja yang gantikan. Cuaca seminggu terakhir ini memang agak ekstrim. Hujan disertai angin dan petir. Setiap terdengar petir anak-anakku ketakutan. "Allah marah ya mommy?" Pertanyaan itu selalu ada setiap turun hujan dan petir. Tapi alhamdulilah sekarang kondisi mereka berangsur pulih. O iya...siang tadi teman-teman Kenzie datang ke rumah untuk latihan menari. Tapi sayang tak semua yang hadir karena ada keperluan masing-masing. Ketika teman-temannya datang, Kenzie sangat senang dan lupa bahwa ia sedang sakit. Begitu pun Kenzou. Meski hanya anak perempuan yang ikut menari, tapi sesekali anak-anak laki-laki mengikuti gerakannya. Pikirku tak apalah. Itu alami, karena ada musik yang enak untuk di ajak gerak. Kenzouku tampak rewel. Ternyata sore tadi ia panas lagi. Aku menggendongnya sambil melatih anak-anak menari. Untunglah anak-anak cepat tanggap. ...