Skip to main content

14 Maret 2019

Dear diary,

Tau gak sih hari ini tuh sibuk banget. Mulai dari pagi sampai isya tadi. Ya begitulah, tapi over all hari ini meskipun banyak kerjaan berasa 'nggak' ada beban. Alhamdulillah.

Pagi tadi, aku ke sekolah lebih awal. Bukan untuk menjemput anak-anak tapi untuk rapat koordinasi bareng mamak-mamak di TK. Gak semua panitia sih yang datang tapi lumayan tim inti pada hadir. Meskipun belum dapat satu keputusan tentang tempat, tapi minimal kami sudah mempersiapkan gambaran untuk acara wisuda anak-anak nanti.

Oh iya, hari ini Naomi les di sekolah. Jadi akhirnya kami menunggu di sekolah sambil melanjutkan obrolan seputaran kegiatan wisuda. Masih lama sih. Tapi udah mulai bikin siasat aja nih mamak. Soalnya kita para panitia berharap semua acaranya dapat berjalan dengan lancar. Aamiin. Doain yak?

Panas sekali siang tadi, sampai-sampai dahi pun memulai gerakannya ke arah tengah. Silau. Alhamdulillah cerah hari ini. Saat kami hendak pulang, tetiba teman Kenzie mengajak mampir ke rumah. Akhirnya ya sudahlah tanpa rencana kita main ke sana dan pulang ke rumah jam 3 sore.

Belum saja aku masuk. Aku turunkan Kenzou dalam pangkuan. Ku buka pintu rumah yang terkunci. Saat aku masuk dan mencarinya, ternyata bayi itu sudah tertidur di depan pintu. Astagfirullah, itu anak. Sebegitu ngantuknya. Sampai-sampai lantai saja di anggapnya kasur. Nikmat betul. Lantas aku tak langsung menggendongnya masuk. Tetiba muncul keisenganku. Aku foto saja, jepreeet. Hahaha.

Mohon maaf suka jadi pengen iseng. Lalu aku angkat dan pindahkan ke kursi, karena rencananya mau sebentar saja mandi dan langsung pergi mengaji. Saat aku melewati dapur. Astagfirullah, lupa!! Cucian belum di keringkan. Mesin pengering pun rusak. Jadilah the power of 'meureut' di jabanin.

Anak-anak aku suruh mandi sendiri. Untuk mempersingkat waktu. Sementara mereka mandi aku menjemur pakaian. Wow, waktu menunjukkan pukul 15.45 wib. Tapi kami masih berada di rumah. Antara nanggung cucian dan takut terlambat mengaji. Galau mode on. Anak-anak udah pada bawel aja minta segera berangkat. Namun Kenzou masih tidur dengan khusunya.

Jadi ku gotong saja bayi itu. Bahkan sampai mesjid pun ia masih tertidur. Hingga menjelang bubaran TPA barulah dia bangun. Gak kebayang kalau harus gendong lagi. Udah berasa remuk soalnya ini badan. Belom di sentuh-sentuh tukang pijit. Wkwkkwkw. Biasanya kalau udah di pijit lumayan agak ringan badannya.

Syukurlah Kenzou saat pulang, ia mau jalan sampai rumah. PR jemuran masih ada, tapi aku skip saja. Takut pak suami keburu datang. Jadi segera aku berlari ke dapur menyiapkan makan malam. Alhamdulillah selesai. Lanjut lagi deh ke jemuran. Sepertinya kita berjodoh.

Sebelum magrib, akhirnya selesai juga tugas negara. Sambil menunggu isya, aku mendampingi anak-anak belajar. Hingga setelah isya barulah aku bisa merasakan 'me time' hari ini. 

Ternyata saat kita tak terlalu keras memikirkan sesuatu. Semuanya akan menjadi lebih ringan. Intinya sih segala sesuatu itu tergantung mindset. Jadi mulai besok harus selalu positif thinking seperti hari ini. Apapun yang terjadi, baik atau pun buruk pastilah ada hikmahnya.

So, sekarang kita istirahat saja. Sambil mengusir penat. Bolehlah sesekali melihat hiburan YESS.

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...

22 Februari 2019

Dear Diary, Hari ini hatiku merasa agak cemas karena kedua anakku sakit. Sejak tadi malam badan mereka panas. Rasanya ingin aku saja yang gantikan. Cuaca seminggu terakhir ini memang agak ekstrim. Hujan disertai angin dan petir. Setiap terdengar petir anak-anakku ketakutan. "Allah marah ya mommy?" Pertanyaan itu selalu ada setiap turun hujan dan petir. Tapi alhamdulilah sekarang kondisi mereka berangsur pulih. O iya...siang tadi teman-teman Kenzie datang ke rumah untuk latihan menari. Tapi sayang tak semua yang hadir karena ada keperluan masing-masing. Ketika teman-temannya datang, Kenzie sangat senang dan lupa bahwa ia sedang sakit. Begitu pun Kenzou. Meski hanya anak perempuan yang ikut menari, tapi sesekali anak-anak laki-laki mengikuti gerakannya. Pikirku tak apalah. Itu alami, karena ada musik yang enak untuk di ajak gerak. Kenzouku tampak rewel. Ternyata sore tadi ia panas lagi. Aku menggendongnya sambil melatih anak-anak menari. Untunglah anak-anak cepat tanggap. ...