Skip to main content

13 Maret 2019

Dear diary,

Hari ini kepalaku sakit sekali. Sejak tadi pagi hingga saat ini. Namun aku mencoba menahannya, karena mau bagaimana lagi aku memiliki tanggungjawab sebagai seorang istri dan ibu.

Hari ini anak-anak les renang. Setiap hari Rabu memang jadwal mereka untuk berenang dari sekolah. Setelah sebelumnya mereka latihan angklung.

Panas terik matahari yang mengenai kepalaku, semakin menambah rasa sakit kepala ini. Subhanallah sakit sekali. Bahkan sesekali asam lambungku naik, hingga muntah. Biasanya setiap kali berenang, aku selalu ikut serta. Namun hari ini tidak, rasanya berat sekali kepala ini.

Sepulang berenang, kami langsung ganti baju karena akan pergi mengaji. Aku pun sudah siap dengan pakaian mengajiku. Kebetulan hari ini sudah ada jadwal mengaji ba'da magrib. Jadi sekalian saja. Benar saja akhirnya aku harus muntah sepulang antar-jemput anak.

Alhamdulillah di tempat mengaji aka Kenzie sakitnya agak berkurang, yang penting masih bisa jalan. Ba'da magrib akhirnya aku pergi ke tempat kajian. Hanya sendiri. Ya sendiri. Anak-anak aku titip dydynya. Takutnya mereka tidur di mesjid jika kubawa.

Di tempat kajian, aku menyimak materi dengan gelas kosong. Berharap ilmunya bisa masuk ke otakku dan bisa aku amalkan. Termenung. Mencoba memahami. Apakah aku seperti itu??Semoga tidak, semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahanku. Manusia tempatnya salah. Dari kajian itu aku ingat bahwa manusia yang beriman dan takut pada Allah tidak akan takut kehidupan mendatang dan tidak akan bersedih dengan masa lampau.

Tidak bersedih dengan masa lampau, sepertinya ini yg harus aku pelajari sedikit demi sedikit. Intinya berdamai dengan masa lalu agar hati menjadi tentram. Bukan untuk siapa. Tapi untuk apa melakukannya. Hanya naluri yang dapat menjawabnya.

Sungguh damai berada di sana. Bersama para wanita-wanita soleha, menambah hangat suasana. Mungkin aku seperti orang asing secara kasat mata. Namun sangat tentram berada di sana. Rasa sakit kepala pun hilang. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 wib dan kajian pun berakhir.

Aku pulang ke rumah dan memeluk anak-anakku, ternyata mereka belum tidur. Padahal tadi siang tak sempat tidur, karena pulang berenang langsung ke tempat mengaji.

Aku keloni anak pertamaku. Well, dia tertidur juga. Tinggal satu lagi yang masih ON dan akhirnya pun iya tertidur sambil memelukku.

Kepalaku berat lagi. Saat aku akan menutup mataku, aku teringat deadline-deadline. Akhirnya ku coba buka mata sejenak dan menyelesaikan apa yang bisa di selesaikan malam ini.  Alhamdulillah satu persatu selesai. Kini obat anti nyeri itu menemaniku. Berikhtiar, sambil berdoa kepada Allah semoga sakit kepala ini baik kembali. Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...

22 Februari 2019

Dear Diary, Hari ini hatiku merasa agak cemas karena kedua anakku sakit. Sejak tadi malam badan mereka panas. Rasanya ingin aku saja yang gantikan. Cuaca seminggu terakhir ini memang agak ekstrim. Hujan disertai angin dan petir. Setiap terdengar petir anak-anakku ketakutan. "Allah marah ya mommy?" Pertanyaan itu selalu ada setiap turun hujan dan petir. Tapi alhamdulilah sekarang kondisi mereka berangsur pulih. O iya...siang tadi teman-teman Kenzie datang ke rumah untuk latihan menari. Tapi sayang tak semua yang hadir karena ada keperluan masing-masing. Ketika teman-temannya datang, Kenzie sangat senang dan lupa bahwa ia sedang sakit. Begitu pun Kenzou. Meski hanya anak perempuan yang ikut menari, tapi sesekali anak-anak laki-laki mengikuti gerakannya. Pikirku tak apalah. Itu alami, karena ada musik yang enak untuk di ajak gerak. Kenzouku tampak rewel. Ternyata sore tadi ia panas lagi. Aku menggendongnya sambil melatih anak-anak menari. Untunglah anak-anak cepat tanggap. ...