Dear diary,
Hari ini kepalaku sakit sekali. Sejak tadi pagi hingga saat ini. Namun aku mencoba menahannya, karena mau bagaimana lagi aku memiliki tanggungjawab sebagai seorang istri dan ibu.
Hari ini anak-anak les renang. Setiap hari Rabu memang jadwal mereka untuk berenang dari sekolah. Setelah sebelumnya mereka latihan angklung.
Panas terik matahari yang mengenai kepalaku, semakin menambah rasa sakit kepala ini. Subhanallah sakit sekali. Bahkan sesekali asam lambungku naik, hingga muntah. Biasanya setiap kali berenang, aku selalu ikut serta. Namun hari ini tidak, rasanya berat sekali kepala ini.
Sepulang berenang, kami langsung ganti baju karena akan pergi mengaji. Aku pun sudah siap dengan pakaian mengajiku. Kebetulan hari ini sudah ada jadwal mengaji ba'da magrib. Jadi sekalian saja. Benar saja akhirnya aku harus muntah sepulang antar-jemput anak.
Alhamdulillah di tempat mengaji aka Kenzie sakitnya agak berkurang, yang penting masih bisa jalan. Ba'da magrib akhirnya aku pergi ke tempat kajian. Hanya sendiri. Ya sendiri. Anak-anak aku titip dydynya. Takutnya mereka tidur di mesjid jika kubawa.
Di tempat kajian, aku menyimak materi dengan gelas kosong. Berharap ilmunya bisa masuk ke otakku dan bisa aku amalkan. Termenung. Mencoba memahami. Apakah aku seperti itu??Semoga tidak, semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahanku. Manusia tempatnya salah. Dari kajian itu aku ingat bahwa manusia yang beriman dan takut pada Allah tidak akan takut kehidupan mendatang dan tidak akan bersedih dengan masa lampau.
Tidak bersedih dengan masa lampau, sepertinya ini yg harus aku pelajari sedikit demi sedikit. Intinya berdamai dengan masa lalu agar hati menjadi tentram. Bukan untuk siapa. Tapi untuk apa melakukannya. Hanya naluri yang dapat menjawabnya.
Sungguh damai berada di sana. Bersama para wanita-wanita soleha, menambah hangat suasana. Mungkin aku seperti orang asing secara kasat mata. Namun sangat tentram berada di sana. Rasa sakit kepala pun hilang. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 wib dan kajian pun berakhir.
Aku pulang ke rumah dan memeluk anak-anakku, ternyata mereka belum tidur. Padahal tadi siang tak sempat tidur, karena pulang berenang langsung ke tempat mengaji.
Aku keloni anak pertamaku. Well, dia tertidur juga. Tinggal satu lagi yang masih ON dan akhirnya pun iya tertidur sambil memelukku.
Kepalaku berat lagi. Saat aku akan menutup mataku, aku teringat deadline-deadline. Akhirnya ku coba buka mata sejenak dan menyelesaikan apa yang bisa di selesaikan malam ini. Alhamdulillah satu persatu selesai. Kini obat anti nyeri itu menemaniku. Berikhtiar, sambil berdoa kepada Allah semoga sakit kepala ini baik kembali. Aamiin.
Comments
Post a Comment