Dear diary,
Hari ini aku merasa menjadi orang yang paling bodoh. Aku benar-benar merasa kesakitan. Entah apa yang telah merasukinya. Pastilah karena kurang imannya aku.
Beberapa hari ini suasana hatiku memang sudah tak karuan. Tapi seperti biasanya aku harus menjalani hari-hari secara normal. Meski suasana hatiku tak lagi normal saat ini. Saat kerapuhan menyelimuti hati. Hanya iman yang harus di pupuk.
Hari ini semuanya pecah. Semuanya tumpah. Aku bahkan tak mengenal diriku sendiri. Aku marah semarah-marahnya. Emosiku terpancing. Sumbu amarah yang telah aku pendam akhirnya terbakar. Membakar diriku sendiri. Aku sadar akan emosiku yang meledak hari ini. Bahkan aku tak mau mengakui bahwa itu adalah diriku sendiri.
Disaat rasa marah yang telah aku pendam selama ini tumpah. Semua menjadi bergejolak. Semua tubuhku sakit sekarang. Lebam-lebam. Akibat ulahku sendiri. Aku benar-benar terluka hingga menyakiti diriku sendiri. Suamiku memelukku erat. Menyuruhku beristigfar. Mengingatkanku akan kekuasaanNya.
Aku tertegun. Sambil isak tangis yang tak terbendung ini, sama sekali tak melirik anak-anak. Aku benar-benar merasa gila hari ini. Mereka memelukku, memelukku sambil menangis. Kini aku terluka bukan akibat ulahku yang terpancing emosi orang itu. Tapi aku terluka karena melihat anakku menangis.
Suamiku menuntunku mengambil air wudhu. Aku solat dan memohon ampunan-Nya atas kekhilafanku hari ini. Sungguh aku menyesal telah meluapkan emosiku berlebihan. Aku kembali beristigfar. Semoga Allah mengampuni kesalahanku.
Ayat-ayat suci itu menenangkan. Setelah aku berhasil mereda emosiku, lantas aku berjanji. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa ini adalah yang kedua dan terakhir. Aku tak akan lagi terpancing suasana buruk yang di berikan lingkungan sekitarku.
Aku berterimakasih karena Allah telah menjodohkanku dengan lelaki yang sabar sepertiku. Hingga ia bisa membantu mengelola emosiku.
Hari ini hari yang melelahkan bagiku. Rasanya aku hanya ingin tertidur. Aku ingin beristirahat dari penat. Hari ini banyak memberiku pelajaran berharga tentang kehidupan. Hari ini aku belajar bahwa ikhlas itu tak mudah, namun bisa dilakukan. Bahwa bersabar adalah pilihan bagiku untuk menjalani semuanya.
Aku ingin tertidur sekarang.
Comments
Post a Comment