Dear diary,
Hari ini aku baru saja menyelesaikan PR yang tertunda beberapa hari ini lantaran anakku yang sedang sakit. Alhamdulillah sekarang Kenzie sudah membaik. Suhu badannya berangsur normal.
Pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai dari pagi sampai malam, ughhh sungguh dinikmati. Seperti menikmati setrikaan tiga keranjang. Woww...amazed. Berasa luar biasa, wkakakkak padahal biasa aja kerjaan ibu rumah tangga mah gak akan jauh-jauh dari itu.
Saking semangatnya, lupa kalau hari ini ada kelas belajar nulis cerpen. Tahu-tahu sudah 1.5 jam berlalu. Kelas pun hampir berakhir. OMG. Seriusan lupa, bahkan diary pun baru aku tulis sekarang. Untunglah masih bisa masuk dan ambil ilmunya.
Disaat baru mau konsentrasi belajar, ehh ada ajalah yang bikin bad mood. Rasanya jadi menyesal membuka wa itu. Salah satu wa yang aku terima itu sukses bikin aku kesel.
Istighfar... istighfar Mey. Bismillah tarik nafas, tinggalkan dulu sejenak nomer itu. Lanjut dulu masuk kelas sebelum berakhir.
Manjat chat yang udah seratus lebih itu ternyata butuh energi dan konsentrasi tingkat tinggi. Baru ngeh, numpuk lagi chat yang belum dibaca. Eeaaa..eeaa..sabar. Akan ada masa dimana notif 'sedang mengetik' berakhir kok. Fokus aja dulu, silahkan dibaca. Hehehe.
Ok sip dapet ya intinya. Lanjut jawab tugas yang cuma di kasih waktu beberapa menit saja. Disaat ini lah ujian datang. Hahahaha, anak bayi tetiba minta makan jam 21.30 wib. Ok, baik siap. Tak suapin dulu anak bayi itu.
Kenzou... Kenzou...gemesss deh. Tangan kanan nyuapin anak. Tangan kiri bergerak ngetik. Sambil mata terus liat kanan kiri. Khawatir salah masuk pas nyuapin. Bukannya masuk mulut malah masuk yang lain. Jangan, jangan sampai gitu.
Alhamdulillah ya...jadi emak kudu multi tasking. Tuntutan karirnya jadi emak mah kayaknya gitu ya. Alhamdulillah, sesuatu. Selesai juga ade makannya. Aku juga berhasil menjawab pertanyaan di kelas menulis itu. Meskipun yang harusnya diberi waktu 7 menit menjadi 10 menit.
Selesai dengan tugas itu, tetiba ada notif dari kelas menulis "Nulis yuk batch 24". O, ya ampun aku belum kirim tugas ke #21. Segera aku tulis yang baru saja terjadi. Sebenarnya hatiku masih saja BT. Tapi sebelum akhirnya aku menulis diary ini, aku menuliskan sebuah quote, yang isinya seperti ini:
"Bolehkah berikan senyuman itu meski hatimu tak sedang tersenyum? Itu bukan kepalsuan, tapi penghiburan diri. Lebih tenang bukan?"
Ajaib! Aku benar-benar melakukan apa yang ku tulis. Di depan cermin aku tersenyum. Meski hati ini sedang sangat 'emosional' . Tersenyum, lalu perasaannya jadi berubah. Alhamdulillah. Atas izin Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mood-ku kembali membaik. Sampai akhirnya aku dapat menulis lagi.
Pelajaran yang aku dapat hari ini mengajarkanku, bahwa tetap tenang dan tidak emosional membawa kebaikan. Serahkan semuanya pada Allah. Maka hatimu akan jauh lebih baik.
Comments
Post a Comment