Dear diary,
Hari ini aku menengok teman sekolah Kenzie, karena sudah tidak masuk selama 4 hari. Bundanya bilang sudah membaik, namun semalam muncul bintik-bintik merah di sekitar tangan dan kakinya. Banyak praduga kala itu. Bahkan bintik-bintik tersebut di duga karena alergi obat atau flu Singapura.
Selepas dari sana aku kembali ke sekolah. Kebetulan setiap Jumat kita sudah mulai latihan menari untuk pelepasan wisuda TK B. Jadi kami anak-anak TK A mempersembahkan sebuah tarian untuk memeriahkan acara tersebut. Alhasil mommy Meywa mendadak jadi instruktur tari. Bahahaaaaa....
Hari ini adalah Minggu ke 2 anak-anak latihan menari. Namun sayang latihan hari ini hanya sedikit yang bisa ikut karena anak-anak banyak yang sakit. Di kelas Kenzie bahkan hanya enam orang yang masuk. Jadi kita latihan dengan personil 'seadanya'.
Untuk latihan ke dua ini, over all mereka sudah mulai hafal gerakannya. Meski beberapa masih ada yang kacau. Hahahaha. Tak apalah, ya namanya juga bocah cilik. Tapi melihat mereka semangat, aku jadi power full juga ngajarin tarinya. Tinggal di poles sedikit lagi pasti mereka bisa hafal gerakannya.
Melihat anak-anak yang semangat berlatih, aku jadi merasa sangat bersyukur. Bukan saja karena gerakan tariannya, tapi juga karena alhamdulilah anak-anak diberikan kesehatan. Hal ini berbanding terbalik dengan sebagian anak yang izin sekolah karena sakit. Minggu ini saja sudah dua teman sekolah yang kami kunjungi karena sakitnya lebih dari tiga hari. Sementara yang lainnya beberapa sudah kembali masuk sekolah.
Menjelang sore kami mendapat kabar dari bunda Ayya bahwa anaknya positif terkena DB. Astagfirullah, kaget sekali kami mendengarnya. Ternyata setelah tadi siang, bunda Ayya memastikan lagi pergi ke dokter dan ternyata harus dilakukan cek darah. Rasanya pasti sangat sedih. Apalagi Ayya juga punya adik kembar yang masih balita. Tak terbayangkan kalau bundanya harus di rumah sakit dan meninggalkan kedua putrinya yang lain di rumah bersama pembantu saja. Ayahnya pun saat ini bekerja di luar kota.
Baper. Pasti baper banget kalau jadi bunda Ayya. Semoga saja tak harus di rawat di rumah sakit karena ku dengar trombositnya sudah naik. Tinggal menunggu hasil tes besok untuk memastikan apakah harus di rawat inap atau tidak.
Sementara teman-teman Kenzie yang lain sakit, alhamdulilah Kenzie, Kenzou dan Naomi di berikan sehat. Itu adalah rezeki yang tak terhingga yang Allah berikan. Sehingga rasa syukur itu tak berhenti aku panjatkan. Semoga Allah senantiasa memberi kami sekeluarga kesehatan.
Untuk saudara-saudara kami, teman-teman dan handai taulan yang sedang sakit semoga segera di berikan kesehatan kembali.
Ok, sudah waktunya Kenzie pergi mengaji.
Nanti aku cerita lagi ya, Ry. Cerita soal anak-anak memang tak akan ada habisnya. Tapi waktunya sudah habis, aku harus kembali mengantar Kenzie. Bye...
Comments
Post a Comment