Skip to main content

1 Maret 2019

Dear diary,

Hari ini aku menengok teman sekolah Kenzie, karena sudah tidak masuk selama 4 hari. Bundanya bilang sudah membaik, namun semalam muncul bintik-bintik merah di sekitar tangan dan kakinya. Banyak praduga kala itu. Bahkan bintik-bintik tersebut di duga karena alergi obat atau flu Singapura.

Selepas dari sana aku kembali ke sekolah. Kebetulan setiap Jumat kita sudah mulai latihan menari untuk pelepasan wisuda TK B. Jadi kami anak-anak TK A mempersembahkan sebuah tarian untuk memeriahkan acara tersebut. Alhasil mommy Meywa mendadak jadi instruktur tari. Bahahaaaaa....

Hari ini adalah Minggu ke 2 anak-anak latihan menari. Namun sayang latihan hari ini hanya sedikit yang bisa ikut karena anak-anak banyak yang sakit. Di kelas Kenzie bahkan hanya enam orang yang masuk. Jadi kita latihan dengan personil 'seadanya'.

Untuk latihan ke dua ini, over all mereka sudah mulai hafal gerakannya. Meski beberapa masih ada yang kacau. Hahahaha. Tak apalah, ya namanya juga bocah cilik. Tapi melihat mereka semangat, aku jadi power full juga ngajarin tarinya. Tinggal di poles sedikit lagi pasti mereka bisa hafal gerakannya.

Melihat anak-anak yang semangat berlatih, aku jadi merasa sangat bersyukur. Bukan saja karena gerakan tariannya, tapi juga karena alhamdulilah anak-anak diberikan kesehatan. Hal ini berbanding terbalik dengan sebagian anak yang izin sekolah karena sakit. Minggu ini saja sudah dua teman sekolah yang kami kunjungi karena sakitnya lebih dari tiga hari. Sementara yang lainnya beberapa sudah kembali masuk sekolah.

Menjelang sore kami mendapat kabar dari bunda Ayya bahwa anaknya positif terkena DB. Astagfirullah, kaget sekali kami mendengarnya. Ternyata setelah tadi siang, bunda Ayya memastikan lagi pergi ke dokter dan ternyata harus dilakukan cek darah. Rasanya pasti sangat sedih. Apalagi Ayya juga punya adik kembar yang masih balita. Tak terbayangkan kalau bundanya harus di rumah sakit dan meninggalkan kedua putrinya yang lain di rumah bersama pembantu saja. Ayahnya pun saat ini bekerja di luar kota.

Baper. Pasti baper banget kalau jadi bunda Ayya. Semoga saja tak harus di rawat di rumah sakit karena ku dengar trombositnya sudah naik. Tinggal menunggu hasil tes besok untuk memastikan apakah harus di rawat inap atau tidak.

Sementara teman-teman Kenzie yang lain sakit, alhamdulilah Kenzie, Kenzou dan Naomi di berikan sehat. Itu adalah rezeki yang tak terhingga yang Allah berikan. Sehingga rasa syukur itu tak berhenti aku panjatkan. Semoga Allah senantiasa memberi kami sekeluarga kesehatan.

Untuk saudara-saudara kami, teman-teman dan handai taulan yang sedang sakit semoga segera di berikan kesehatan kembali.

Ok, sudah waktunya Kenzie pergi mengaji.

Nanti aku cerita lagi ya, Ry. Cerita soal anak-anak memang tak akan ada habisnya. Tapi waktunya sudah habis, aku harus kembali mengantar Kenzie. Bye...

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...

22 Februari 2019

Dear Diary, Hari ini hatiku merasa agak cemas karena kedua anakku sakit. Sejak tadi malam badan mereka panas. Rasanya ingin aku saja yang gantikan. Cuaca seminggu terakhir ini memang agak ekstrim. Hujan disertai angin dan petir. Setiap terdengar petir anak-anakku ketakutan. "Allah marah ya mommy?" Pertanyaan itu selalu ada setiap turun hujan dan petir. Tapi alhamdulilah sekarang kondisi mereka berangsur pulih. O iya...siang tadi teman-teman Kenzie datang ke rumah untuk latihan menari. Tapi sayang tak semua yang hadir karena ada keperluan masing-masing. Ketika teman-temannya datang, Kenzie sangat senang dan lupa bahwa ia sedang sakit. Begitu pun Kenzou. Meski hanya anak perempuan yang ikut menari, tapi sesekali anak-anak laki-laki mengikuti gerakannya. Pikirku tak apalah. Itu alami, karena ada musik yang enak untuk di ajak gerak. Kenzouku tampak rewel. Ternyata sore tadi ia panas lagi. Aku menggendongnya sambil melatih anak-anak menari. Untunglah anak-anak cepat tanggap. ...