Dear diary,
Seperti yang kamu tahu hari ini adalah hari penutup di bulan Februari. Waktu begitu cepat berlalu. Bulan yang singkat namun banyak kejutan yang datang silih berganti. Salah satunya sejak Februari 2019 ini keponakanku mulai bersekolah lagi. Alhamdulillah.
Berati jika di hitung, gadis kecil itu sudah selama 28 hari ini menemani hari-hari kami. Aku juga baru merasakan ternyata begini rasanya punya anak perempuan. Secara anak-anakku dua-duanya laki-laki. Jadi punya tantangan baru mengurus anak perempuan. Meskipun sebelumnya sudah sering mengurus keponakan-keponakan tapi kali ini rasanya beda. Selain bertindak sebagai seorang Tante, kali ini aku bertindak juga sebagai orang tua wali.
Orang tuanya kemana? Ada. Namun sayang ayahnya tidak bertanggung jawab untuk penghidupannya sejak empat tahun yang lalu. Tapi biarlah itu menjadi tanggung jawabnya terhadap sang Maha Kuasa. Sementara ibunya harus mengurus adiknya. Kini kakakku tak tinggal bersamaku lagi sejak dua atau tiga bulan lalu. Kakak perempuanku itu kini tinggal bersama abangku.
Untunglah Naomi mau melanjutkan sekolahnya bersamaku. Meski tak bersama ibu dan adiknya. Ia menjadi anak yang dipaksakan mandiri karena keadaan. Melihatnya pagi ini rasanya ingin menangis. Tapi aku berusaha tegar. Agar anak perempuan itu pun kuat.
Pagi itu Naomi dan Kenzie di antar suamiku ke sekolah. Aku ingat hari ini ia harus les calistung di sekolah. Namun bukunya tertinggal. Akhirnya aku pergi ke sekolah menjemput Kenzie sambil mengantar buku milik Naomi.
Pulang sekolah kami terpaksa naik angkot, karena kebetulan saldo go-payku habis. Dengan penuh kerempongan in every side, bawa 3 anak dan harus menyebrang karena rumahku ada di sebrang jalan. Dengan bismillah kami langkahkan kaki. Anak lelakiku Kenzie langsung mempraktekan gerakan CAMEJASA (cara menyebrang jalan supaya aman) yang dipelajari di sekolahnya. Alhamdulillah kami sampai dengan selamat.
Sorenya, pulang mengaji Naomi mulai mengerjakan PR yang di berikan saat les. Aku melihat progressnya selama sekolah kurang lebih satu bulan ini. Dulu saat seusianya, rasanya aku masih bermain bersama teman-teman, sama sekali tak memikirkan masalah lainnya. Alhamdulillah sikapnya pun sebulan ini lebih baik, yang tadinya gampang nangis sekarang tidak lagi, yang tadinya sering berbohong sekarang sedikit demi sedikit sudah berkurang.
Aku menghargai setiap proses dari gadis kecil itu. Tetap kuat ya Mi, insha Allah onty selalu ada untuk Omy. Anggaplah om Koko sebagai ayahmu sendiri dan onty seperti ibumu sendiri. Insha Allah, Allah memudahkan rezeki kita. Tetap semangat ya sayang.
Kini aku benar-benar harus semangat, karena aku bukan hanya mengurus dua anak lagi, tapi tiga. Go..go..go..semangat.
Comments
Post a Comment