Dear diary,
Hari ini lumayan agak rempong pemirsaahh, karena anak-anak pagi tadi masih agak panas badannya. Bahkan keponakanku lebih panas suhu tubuhnya saat itu.
Tadi pagi aku putuskan untuk membangunkan anak-anak jam 7 pagi saja, sambil melihat perkembangan mereka. Jika dirasa mereka membaik hingga jam 7 itu, maka mereka akan berangkat sekolah. Jika tidak, maka mereka harus menambah waktu istirahatnya.
Seperti biasanya kesibukan di dapur untuk menyiapkan sarapan tak terelakkan. Tak lupa aku masak air untuk mandi anak-anak. Maklum di rumah water hitternya sudah di copot. Jadi haruslah manual memasak air hangat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, makanan sudah siap. Air mandi pun sudah siap. Aku bangunkan anak-anak satu persatu. Alhamdulillah panas badan ketiganya sudah mulai membaik.
"Ok sekolah kita"
Pagi tadi anak-anak aku pakaikan baju hangat dan sepasang kaos kaki panjang. Supaya tidak terkena angin, soalnya cuacanya agak mendung juga tadi pagi.
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Setahuku ini waktunya acara ulang tahun di sekolah di gelar. Ulang tahun. Iya ulang tahun lagi di sekolah. Bulan Februari ini sesuatu banget karena ada lima orang yang berulang tahun. Itu artinya aku tidak bisa hanya menyiapkan lima kado saja, karena keponakanku juga ikut serta menghadirinya.
Ok baik, acara tadi cukup meriah. Meskipun Kenzie agak bad mood lantaran bosen setiap Minggu ada yang berulang tahun. Ditambah kondisinya yang kurang fit. Naomi pun begitu, ia tak begitu menikmati acaranya meski sesekali mengikuti fun gamesnya.
Ku pegang jidat anak-anak, alhamdulilah syukurlah sudah tidak panas lagi. Pulang sekolah segera aku menyuruh mereka untuk tidur siang. Supaya nanti sore bisa ikut mengaji, karena sudah beberapa hari ini Kenzie tidak bisa pergi mengaji lantaran sakit. Syukurlah, jam 3 sore mereka sudah bangun. Lanjut, mereka makan sore baru setelah itu mandi dan pergi mengaji.
Hari ini teman kelas Kenzie tidak mengaji. Ia hampir saja manyun. Untunglah ada sepupunya yang menemani. Jadi ia tidak terlalu BT. Kebetulan hari ini jam pulang mengaji di percepat, karena gurunya akan melakukan takziah. Aku bersyukur sekali hari ini pulang lebih awal, paling tidak-gak harus kehujanan saat pulang karena tadi cuacanya memang sudah lumayan mendung.
Pulang mengaji mereka lanjut bermain. Sambil sesekali bercanda. Nampaknya suhu tubuh mereka sudah mulai normal.
"Terimakasih Allah"
Adzan magrib pun berkumandang. Senja pun telah terbenam. Waktunya bermunajat pada Sang Khalik. Tak lupa aku menitip sejumput doa pada anak-anak sebelum mereka pergi untuk solat.
"Doakan onty ya kak, mudah-mudahan selalu ada rezeki buat kalian. Jangan lupa juga doain mama sama Ade Vira di sana" keponakanku hanya mengangguk. Kulihat ia langsung bergegas mengambil air wudhu dan berusaha khusu dalam memanjatkan doanya. Meski setahuku ia belum hafal betul bacaan solat. Tapi aku percaya doa dari anak yang soleh & soleha dapat mengantarkan dirinya bahkan orang tuanya menuju kebaikan.
"Semoga doa kalian di ijabah, nak".
Comments
Post a Comment