Skip to main content

25 Februari 2019

Dear diary,

Hari ini lumayan agak rempong pemirsaahh, karena anak-anak pagi tadi masih agak panas badannya. Bahkan keponakanku lebih panas suhu tubuhnya saat itu.

Tadi pagi aku putuskan untuk membangunkan anak-anak jam 7 pagi saja, sambil melihat perkembangan mereka. Jika dirasa mereka membaik hingga jam 7 itu, maka mereka akan berangkat sekolah. Jika tidak, maka mereka harus menambah waktu istirahatnya.

Seperti biasanya kesibukan di dapur untuk menyiapkan sarapan tak terelakkan. Tak lupa aku masak air untuk mandi anak-anak. Maklum di rumah water hitternya sudah di copot. Jadi haruslah manual memasak air hangat.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, makanan sudah siap. Air mandi pun sudah siap. Aku bangunkan anak-anak satu persatu. Alhamdulillah panas badan ketiganya sudah mulai membaik.

"Ok sekolah kita"

Pagi tadi anak-anak aku pakaikan baju hangat dan sepasang kaos kaki panjang. Supaya tidak terkena angin, soalnya cuacanya agak mendung juga tadi pagi.

Waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Setahuku ini waktunya acara ulang tahun di sekolah di gelar. Ulang tahun. Iya ulang tahun lagi di sekolah. Bulan Februari ini sesuatu banget karena ada lima orang yang berulang tahun. Itu artinya aku tidak bisa hanya menyiapkan lima kado saja, karena keponakanku juga ikut serta menghadirinya.

Ok baik, acara tadi cukup meriah. Meskipun Kenzie agak bad mood lantaran bosen setiap Minggu ada yang berulang tahun. Ditambah kondisinya yang kurang fit. Naomi pun begitu, ia tak begitu menikmati acaranya meski sesekali mengikuti fun gamesnya.

Ku pegang jidat anak-anak, alhamdulilah syukurlah sudah tidak panas lagi. Pulang sekolah segera aku menyuruh mereka untuk tidur siang. Supaya nanti sore bisa ikut mengaji, karena sudah beberapa hari ini Kenzie tidak bisa pergi mengaji lantaran sakit. Syukurlah, jam 3 sore mereka sudah bangun. Lanjut, mereka makan sore baru setelah itu mandi dan pergi mengaji.

Hari ini teman kelas Kenzie tidak mengaji. Ia hampir saja manyun. Untunglah ada sepupunya yang menemani. Jadi ia tidak terlalu BT. Kebetulan hari ini jam pulang mengaji di percepat, karena gurunya akan melakukan takziah. Aku bersyukur sekali hari ini pulang lebih awal, paling tidak-gak harus kehujanan saat pulang karena tadi cuacanya memang sudah lumayan mendung.

Pulang mengaji mereka lanjut bermain. Sambil sesekali bercanda. Nampaknya suhu tubuh mereka sudah mulai normal.

"Terimakasih Allah"

Adzan magrib pun berkumandang. Senja pun telah terbenam. Waktunya bermunajat pada Sang Khalik. Tak lupa aku menitip sejumput doa pada anak-anak sebelum mereka pergi untuk solat.

"Doakan onty ya kak, mudah-mudahan selalu ada rezeki buat kalian. Jangan lupa juga doain mama sama Ade Vira di sana" keponakanku hanya mengangguk. Kulihat ia langsung bergegas mengambil air wudhu dan berusaha khusu dalam memanjatkan doanya. Meski setahuku ia belum hafal betul bacaan solat. Tapi aku percaya doa dari anak yang soleh & soleha dapat mengantarkan dirinya bahkan orang tuanya menuju kebaikan.

"Semoga doa kalian di ijabah, nak".

Comments

Popular posts from this blog

19 Februari 2019

Dear Diary... Hari ini seperti biasanya aku mengerjakan semua tugas rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga yang kali ini bukan hanya mengurus  dua orang anak laki-laki, tapi juga harus mengurus satu orang anak perempuan. Ya. Anak perempuan itu adalah salah satu keponakan ku yang sejak awal tahun 2019 ini bersamaku. Sedikit cerita, ia pernah putus sekolah karena suatu hal yang terjadi di rumah tangga keluarganya. Namun sekarang telah berakhir. Kemudian aku putuskan mengambil alih tanggung jawab orang tuanya. Keputusan itu di 'amini' oleh suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur sekali Pak suami mau menerima keponakanku. Hari ini adalah Minggu kedua gadis kecil itu bersekolah. Ia melanjutkan sekolah di tempat anakku juga menimba ilmu. Saat waktu pulang sekolah tiba, aku melihat sinar matanya yang sayu melihat ke arah ibu-ibu yang juga berkumpul tengah menjemput anak-anak mereka. Mungkin gadis kecil itu merindukan ibunya. Aku paham. Ku peluk sejenak dan memberikan semangat. ...

26 Februari 2019

Dear diary, Hari ini kayaknya hari yang rempong. Mulai dari sekolah sampai tangisan baby Kenzou. Super arrggghhh kelakuan si kecil. Tumben. Ok sepeti biasanya pagi-pagi gak jauh-jauh dari nyiapin sarapan para crew-cils , nyiapin buat mandi, ya bajunya, ya bekal sekolahnya. Yuppp pokoknya tiap hari kek gitu. Jadi sebenernya mamak udah mulai biasa, yang gak biasa adalah rewelnya Kenzou hari ini. Duuh tiada hari tanpa nangis kayaknya. Jujur ya, ini tuh gak Kenzou banget. Soalnya biasanya di rumah dia kayak pelawak. Contoh simpelnya kemarin ada aja jawabannya bayi itu waktu mau di marahin dydynya saat ketauan main air. "Ade...kamu main air ya" dydynya hampir marah. Padahal sih nggak juga-ngetes, pura-pura marah. "Ndak, ade gak main air. Ade mau solat" langsung lah dia beneran solat meski tanpa celana panjang. ' Ampuuuun ' Doong seketika dydynya tertawa geli ngeliat kelakuannya. Apalagi pas dililiatin anak bayi itu ngelirik juga memastikan. Setelah ...

22 Februari 2019

Dear Diary, Hari ini hatiku merasa agak cemas karena kedua anakku sakit. Sejak tadi malam badan mereka panas. Rasanya ingin aku saja yang gantikan. Cuaca seminggu terakhir ini memang agak ekstrim. Hujan disertai angin dan petir. Setiap terdengar petir anak-anakku ketakutan. "Allah marah ya mommy?" Pertanyaan itu selalu ada setiap turun hujan dan petir. Tapi alhamdulilah sekarang kondisi mereka berangsur pulih. O iya...siang tadi teman-teman Kenzie datang ke rumah untuk latihan menari. Tapi sayang tak semua yang hadir karena ada keperluan masing-masing. Ketika teman-temannya datang, Kenzie sangat senang dan lupa bahwa ia sedang sakit. Begitu pun Kenzou. Meski hanya anak perempuan yang ikut menari, tapi sesekali anak-anak laki-laki mengikuti gerakannya. Pikirku tak apalah. Itu alami, karena ada musik yang enak untuk di ajak gerak. Kenzouku tampak rewel. Ternyata sore tadi ia panas lagi. Aku menggendongnya sambil melatih anak-anak menari. Untunglah anak-anak cepat tanggap. ...