Dear diary,
aku pengen cerita deh kejadian hari ini.
Minggu pagi ini aku awali dengan mengikuti kajian di Mesjid Maaimmaskuub Tirtawening bersama hijabers community Bandung. Semula aku akan mengajak Kenzou, tapi anak itu jam 7 pagi baru saja bangun. Akhirnya aku putuskan untuk pergi sendiri saja. Anak-anak aku titip dydynya.
Tapi tidak biasanya Kenzou menangis minta ikut. Padahal sebelumnya baby udah setuju untuk tinggal di rumah bersama suamiku. Agak gak tega juga sih, tapi apa mau dikata ojek online sudah telanjur datang. Akhirnya aku membujuk Kenzou sedikit dan anak kicik itu pun setuju. Sepanjang perjalanan agak gak plong juga, keingetan. Tapi alhamdulilah pak suami udah berhasil mengatasinya.
Aku pun bergegas pulang dengan ojek online lagi, karena aku tau jika sudah siang pasti jalanan macet. Jadi benar-benar butuh selap-selip. Tak lama suami menelepon dan mengabarkan bahwa sedang mengajak anak-anak potong rambut.
'Nyobain tukang potong rambut baru'
Akhirnya aku minta pak ojol buat anterin ke lokasi. Untunglah bapaknya baik banget. Jadilah aku berhasil sampai kesana. Datang kesana rada kaget sama potongan rambut Kenzie, perasaan lebih bagus di tempat potong rambut yang biasa didatangi. Hehehe ..
Setiap pergi ke tukang potong rambut, mau di salon anak sekalipun selalu gagal membujuk Kenzou untuk potong rambut. Cuma ada satu salon yang bisa bikin Kenzou mau potong rambutnya. Tapi sayang, salonnya selalu tutup sekarang ini. Rumornya tukang cukurnya udah balik kampung. Hadeuuuhhh...
"Mau jadi ganwu ade mah mom" jawaban anak kecil itu. Dia ingin seperti tokoh di Legend Hero yang rambutnya agak panjang, serah ade deh.
Pulangnya kami makan baso bersama, sambil menunggu hujan yang turun siang itu. Kenzie menghabiskan satu mangkok baso penuh, sementara Kenzou hanya menghabiskan setengah porsi saja.
Sampai rumah anak-anak langsung aku ajak tidur siang, karena ternyata suhu badan mereka agak naik lagi sedikit. Mungkin mereka lelah. Tak lama berselang, kakak ipar ku mengantarkan keponakanku, Naomi.
Ya Naomi, setiap hari Jumat di antarkan ke tempat ibunya dan hari Minggu siang di antar ke rumahku karena hari Senin harus bersekolah lagi. Sudah sebulan ini ia melanjutkan sekolah bersama anakku Kenzie. Alhamdulillah, Naomi bisa mengikuti pelajaran. Tadinya aku hendak menyekolahkannya nanti saja tahun ajaran baru. Namun mungkin usianya sudah memadai untuk masuk SD tahun ini. Apalagi aku melihat ia dapat mengikuti pelajaran. Jadi aku pikir apa salahnya.
Kenzie senang sekali sepupunya datang. Ia sangat menyayangi sepupunya itu. Baginya Naomi sudah seperti kakak kandungnya sendiri. Sehingga jika aku membelikan sesuatu untuknya, ia selalu menanyakan 'mana buat Naomi?'
Kadang aku selalu di buat terharu oleh anak itu. Bukan karena saja ia anakku, tapi karena anak sekecil itu yang baru saja berusia lima tahun bisa sangat peka terhadap lingkungannya. Aku banyak belajar sebenarnya dari kedua anakku, Kenzie dan Kenzou. Aku sangat merasa bersyukur memiliki mereka. Sejak dini mereka sudah memiliki rasa empati terhadap orang di sekitarnya. Kadang kami sebagai orang tuanya pun merasa malu manakala kami tidak terlalu peka pada orang lain.
Memiliki mereka adalah anugerah bagiku dan suami. Mereka selalu jujur dalam berucap dan punya jiwa sosial yang tinggi. I'm proud mommy pokoknya. Sekarang waktu menunjukan pukul 20.00 wib, sudah saatnya untuk tidur supaya besok tidak terlambat dan bisa solat subuh.
Baiklah diary, besok kita sambung lagi ya kisah ketiganya. Biarkan kini mereka beristirahat karena ternyata bukan saja kedua anakku yang saat ini kurang fit, tapi Naomi juga agak panas badannya. Mereka benar-benar harus bergegas untuk beristirahat.
See you
Comments
Post a Comment