Dear diary...
Hari ini berwana sekali. Ada rasa dongkol ada rasa bodor yang menghampiri. Tapi aku tak mau menceritakan kisah dongkol ku hari ini karena alhamdulilah sekarang suasana hatiku sudah membaik.
Well, hari ini aku ke sekolah lebih awal karena ada teman kelas Kenzie yang berulang tahun. Kupikir siapa tau aku bisa membantu persiapan ulang tahun sebelum acara di mulai. Tepat jam 9 pagi aku pergi ke sekolah dan ternyata tidak tampak emak-emak squad TK di sana. Ternyata sepulang mengantar sekolah emak-emak pulang ke rumahnya untuk membawa bekal, yang lainnya malah pergi ke salon. Uwoww persiapan suami pulang Bu.
Naas aku sendirian di sana. It's okay.
Tak lama berselang terdengar lonceng di sekolah tanda istirahat dan akhirnya yang punya hajat datang. Kami mempersiapkan kue-kue untuk acara ulang tahun di kelas. Setelah jam istirahat selesai barulah di mulai acaranya.
Suasana di kelas tidak terlalu gemuruh, karena kebetulan ibu gurunya saat itu hanya satu. Tapi itu tidak mengurangi perasaan gembira dari anak-anak, terutama yang berulang tahun. Haykal.
"Selamat ulang tahun kami ucapkan....selamat panjang umur kita kan doakan..."
"Tiup lilinnya...tiup lilinnya...tiup lilinnya sekarang juga ..sekarang juga..sekarang juga"
Nyanyian khas ulang tahun terdengar di kelas. Tepuk tangan dan selamat tak elak di ucapkan. Sekali lagi selamat ya Haykal.
Selesai acara, aku tak langsung pulang karena harus menunggu keponakanku ikut les di sekolah. Ok sambil menunggu, Kenzie dan Kenzou bermain di halaman sekolah.
Pulang sekolah langsung di guyur hujan. Semoga membawa berkah aamiin.
Allahumma shoyyiban nafi'an
(Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat). (HR. Bukhari no. 1032)
Selepas magrib ke-bodor-an di mulai dari percakapan emak-emak yang besok hendak mempersiapkan anak-anaknya untuk latihan. Kebodoran itu biarlah hanya kami para emak-emak yang tahu. Bahkan kamu pun tak usah tau diary, gak usah kepo. Tapi intinya kebodoran itu cuma sesuatu yang bikin menggelitik aja, tidak ada yang lain. Dilanjut dengan grup wa SMP, percakapan di mulai dari Dufan sampai ke pelaminan. Tetiba pun terkaget karena salah satu sahabatku batal pergi ke Jepang.
Saat di japri ia mengaminkan. Ia membatalkan kepergiannya dua hari sebelum keberangkatan. Mengejutkan, karena memang pekerjaannya ini sudah lama di tunggu. Keputusan yang edan. Namun rasa ragu yang menyelimuti hatinya membuat ia mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Itulah pilihan. Tapi pasti ada rencana lain yang Allah persiapkan untuknya.
Sejenak ia merasa bersalah pada orang tuanya bahkan pada keadaan. Ia merasa membuang-buang waktu. Tapi aku berfikir bahwa semua sudah di atur. Syukurlah ia menyadari bahwa Allah maha membulak-balikan hati. Sebenarnya aku cukup senang dengan keputusannya untuk tidak pergi ke Jepang lagi. Jika berdasarkan cerita sebelumnya, aku bisa menebak bahwa orang tuanya sangat ingin dia berada di dekat mereka. Dari sini aku belajar juga bahwa segala sesuatu pasti memiliki hikmah. Baik itu kejadian baik maupun buruk.
Ok, diary selamat malam. Kita beristirahat dulu karena semalam aku hanya bisa tidur tiga jam saja.
Comments
Post a Comment